Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Resto Enak di Jakarta Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut

Pakai Otak Kanan, Semua Serba Mungkin

Kenapa mayoritas orang susah sukses? Karena mereka mengandalkan otak kiri.

Otak kiri terkait erat dengan intelligence quotient (IQ). Hampir semua orang tua lebih mementingkan anaknya agar mengutamakan otak kiri. Berprestasi dengan mendapat ranking di sekolah, mendapat indeks prestasi komulatif (IPK) yang baik di kampus dan bekerja di perusahaan yang ternama, lebih bangga lagi jika anaknya menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Itu terjadi secara turun temurun. Dan itu diperparah oleh dunia pendidikan di Indonesia yang selama ini sangat mengandalkan otak kiri. Sangat membanggakan mata pelajaran yang sifatnya (otak) kiri, misalnya menghitung, kimia, fisika. Paradigma seperti inilah yang harus diubah.

Bagaimana cara mengubahnya? Yaitu belajar dengan otak kanan. Karena dengan otak kanan, ternyata anak dapat melakukan banyak hal. Ippho Santosa, Pakar Otak Kanan mengatakan hal itu di hadapan ratusan pelajar SMP-SMA Makassar dalam seminar yang bertajuk “Be The Right Person For My Future” di Ballroom Panakukang Mal Makassar, 12 Februari lalu. Ajang ini dilaksanakan oleh forum pemerhati Kupeduli-mu.

Ada apa di otak kanan? Otak kanan adalah otak percepatan. Fleksibelitas, adanya di otak kanan. Kreatifitas, di otak kanan. Rumus sukses yang paling utama, adalah mampu fleksibel. “Dinosaurus itu besar, kuat tapi akhirnya punah. Kenapa, karena dinosaurus tidak mampu beradaptasi,” tutur Ippho. Ini, katanya, kemampuan yang sangat penting.

Selain itu, ada kreatifitas. Untuk sukses itu harus ada kreatifitas. Tapi sayangnya, tidak pernah diukur. Malah pendidikan mematikan kreatifitas secara umum. “Sekarang masuk SD harus bisa nulis. Akhirnya apa, saat di TK dipaksa nulis. Padahal tidak perlu dipaksa,” ujar Ippho.

Berbicara kreatifitas, Mark Zuckerberg contohnya. Pendiri jejaring sosial Facebook ini adalah salah satu orang terkaya di dunia berkat kreatifitasnya. Padahal, Mark yang sempat kuliah di Harvard tercatat belum menyelesaikan studinya sehingga titel sarjana pun belum disandangnya. Ia di drop out (DO) dari Harvard.

Berikutnya ada imajinasi. Kata lainnya adalah impian. Sampai saat ini belum ada mata pelajaran mengelola impian. Padahal, kata Ippho, ini juga sangat penting. “Makanya kalau ditanya, besar nanti mau jadi apa, tidak ada yang tahu,” kata Ippho. Sebagian besar menurut Ippho, hidup mengalir kayak air saja tanpa impian.

“Kalau kita mau jadi orang sukses, kita tentukan sungai kita mau ke mana. Sungainya tidak cocok, kita cari sungai lain. Sungai lainnya tidak ada, kita bikin sungai kita sendiri. Pengusaha kayak gitu. Kita merancang masa depan kita sendiri,” katanya. Jadi, lanjutnya, otak kanan itu kreatif, imajinatif dan spontan.

Otak kiri, kata pria berkacamata ini, fokus pada dirinya sendiri. “Makanya dia jago, di belakang komputer dia jago. Tapi pas berhubungan dengan orang, belum tentu dia jago,” ungkapnya.

Otak kanan terkait erat dengan EQ (kecerdesan emosi). Secara akademis bisa jadi dia tidak pintar, rankingnya tidak terlalu bagus, tetapi temannya banyak. “Banyak orang suka dengan dia dan banyak orang mau dipimpin oleh dia. Orang-orang ini yang nantinya jadi sukses. Jadi manajer, pemimpin organisasi, jadi pengusaha,” ujar Ippho.

Jadi kesimpulannya, dengan otak kanan semuanya serba mungkin. Apapun mungkin. “Makanya orang kalau dominan otak kanannya, itu percepatannya luar biasa. Karena menganggap semuanya serba mungkin,” tutur Ippho. Sedangkan otak kiri, tambahnya, terlalu banyak berpikir, terlalu banyak hitung-hitungannya. “Sehingga susah maju. Tidak ada action,” ujarnya.

Terakhir, Ippho membeberkan delapan langkah untuk menjadi remaja sukses. Pertama, utamakan otak kanan. Kedua, sempurnakan ikhtiar. Ketiga, cerdas sikapi masalah. Keempat, pahami body language.

Selanjutnya kelima, jemputlah impian. Keenam, selaraskan impian. Ketujuh, pilihlah input. Dan terakhir kedelapan, syukuri keadaan. “Apapun keadaan kita, harus disyukuri,” pesan Ippho.(*)
Oleh : SRIYANTO

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright Serba Mungkin © 2010 - All right reserved - Using Serba Mungkin Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.